BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sejak awal dikembangkannya ajaran
liberalisme-kapitalisme telah mengundang berbagai reaksi yang kritis dari
berbagai pihak. Reaksi tidak hanya dalam bentuk perdebatan secara teoritis,
melainkan juga dalam bentuk gerakan politik.
Dibawah panji-panji kapitalisme
(tahap awal) di Eropa, golongan borjuis mulai menguasai negara. Oleh kaum
borjuis negara dijadikan sebagai kekuatan dan alat pemaksa untuk mengatur
organisai ekonomi-politik dan kemasyarakatan guna memenuhi berbagai kepentingan
mereka.
Tentu tidak semua orang senang
dengan apa yang dilakukan oleh kaum borjuis diatas. Mereka yang tidak senang
ini kemudian berusaha melakukan balas dendam. Dibanyak pabrik para pekerja
mengamuk dan melekukan pengerusakan terhadap pabrik dan mesin-mesin. Mereka
melampiaskan rasa tidak senang mereka karena ditindas oleh kaum borjuis yang
hanya mementingkan diri mereka saja, dan tidak peduli dengan nasib kaum
proletar.
Kondisi rakyat dibawah kaum borjuis
dapat diikuti dari buku”England green and pleasant land” yang di tulis oleh
William Blake ( 1775-1827 ). Buku tersebut berisi sindiran sangat pahit tentang
akibat-akibat yang ditimbulkan oleh liberalisme-kapitalisme bagi masyarakat
Inggris. Dalam buku dikisahkan tentang masa lalu inggris yang indah, damai,
setiap orang hidup harmonis didaerah-daerah yang hijau subur. Kemudian keadaan
berubah seratus delapan puluh derajat setelah dikembangkannya ajaran
liberalisme-kapitalisme oleh pemikir-pemikir klasik. Ajaran kapitalisme telah
membawa masyaratkat kearah hidup yang penuh persaingan dan perkelahian.
Sebagai wujud dari reaksi liberalisme
maka muncul pemikiran-pemikiran baru yang disebut sosialisme. Sosialisme muncul
di akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 sebagai reaksi dari perubahan ekonomi
dan sosial yang diakibatkan oleh revolusi industri. Revolusi industri ini
memang memberikan keberkahan buat para pemilik pabrik pada saat itu, tetapi di
lain pihak para pekerja justru malah semakin miskin. Semakin menyebar ide
sistem industri kapitalis ini, maka reaksi dalam bentuk pemikiran-pemikiran
sosialis pun semakin meningkat.
Diantara sekian banyak pakar
sosialis, pandangan Karl Heindrich Marx ( 1818-1883) dianggap paling
berpengaruh. Dari segi teoritis, banyak pakar dan pemikir ekonomi yang mengakui
bahwa argumentasi Marx sangat dalam dan luas. Teori-teorinya tidak hanya
didasarkan atas pandangan ekonomi saja, tetapi juga melibatkan moral, etika,
social, politik, sejarah, falsafah dan sebagainya.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa pengertian sistem ekonomi
sosialis dan sejarahnya singkatnya?
2.
Bagaimana
latar belakang pemikiran ekonomi sosialis?
3.
Kelebihan,
kekurangan dan ciri-ciri sistem ekonomi sosialis?
4.
Prinsip
dasar sistem ekonomi sosialis?
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A. Pengertian Ekonomi Sosialis dan
Sejarahnya Singakatnya
Istilah
sosialisme atau sosialis dapat mengacu ke beberapa hal yang berhubungan dengan ideologi atau kelompok ideologi, sistem ekonomi, dan negara. Istilah ini mulai digunakan sejak awal abad ke-19. Dalam bahasa Inggris, istilah ini digunakan pertama kali untuk menyebut pengikut
Robert Owen pada tahun 1827. Di Perancis, istilah ini mengacu pada para pengikut doktrin Saint-Simon pada tahun 1832 yang dipopulerkan oleh Pierre
Leroux dan J.
Regnaud.
Penggunaan istilah sosialisme sering digunakan dalam berbagai konteks yang
berbeda-beda oleh berbagai kelompok, tetapi hampir semua sepakat bahwa istilah
ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19
hingga awal abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan
masyarakat egalitarian yang dengan sistem ekonomi menurut mereka dapat melayani masyarakat banyak daripada
hanya segelintir elite.
Pendapat
Brinton dalam buku Perkembangan Pemikiran Ekonomi karya — Sosialisme oleh
sementara orang juga diartikan sebagai bentuk perekonomian yang pemerintahannya
paling kurang bertindak sebagai pihak yang dipercayai oleh seluruh warga
masyarakat. Pemerintah juga sebagai pihak yang menasionalisasikan
industry-industri besar seperti pertambangan, jalan-jalan dan jembatan, kereta
api serta cabang-cabang produksi lain yang menyangkut hajat hidup orang-orang
banyak. Dalam bentuk yang paling lengkap sosialisme melibatkan semua alat-alat
produksi , termasuk yang didalamnya tanah-tanah pertanian oleh negara dan
menghilangkan milik swasta.
Eropa baru saja menyelesaikan ‘perang’ antara kapitalisme
dan rezim feodalisme. Sebelumnya, sejarah masyarakat eropa lebih didominasi
oleh kaum bangsawan dan feodal. Kelas masyarakat inilah yang telah lama
menancapkan kuku penjajahannya pada masyarakat bawah. Namun, setelah sekian
lama tertindas, akhirnya lahirlah kekuatan baru bernama kaum kapitalis yang
berusaha meruntuhkan otoritarianisme kaum feodal. Hal ini ditandai dengan
lahirnya Renaisance di eropa. Era ini menandai lepasnya masyarakat eropa dari
‘zaman kegelapan’ yang lebih didominasi oleh kaum feodal.
Era pencerahan dimulai dengan ditemukannya mesin cetak
oleh Johan Guttenberg pada abad ke-15 M. Hadirnya mesin cetak ini mampu merubah
kondisi sosial-budaya masyarakat eropa saat itu, terutama dalam produksi.
Dengan mesin cetak, produksi buku akhirnya bisa dilakukan secara massal,
setelah sebelumnya bersifat manual menggunakan tangan atau menulis di atas
batu. Pola manual ini jelas sangat melelahkan dan tidak efektif untuk
meningkatkan produksi tulisan.
Ditemukannya mesin cetak ini merupakan fenomena
revolusioner yang mampu mendobrak kebutuhan bahan produksi selama berabad-abad.
Mesin cetak adalah faktor utama terjadinya akselerasi peningkatan produksi buku
dan bacaan. Fenomena ini berimplikasi pada lahirnya era komunikasi. Dengan
banyaknya kuantitas buku yang dicetak, semua orang terpicu untuk saling tukar
ide dan pikiran.
Maraknya
diskusi dan pertukaran ide ini ternyata membawa akibat fatal terhadap rezim
bangsawan. Budaya kritis masyarakat semakin terasah, sehingga mampu membongkar
segala macam kebusukan dan kebobrokan kaum feodal, sekaligus meruntuhkan mitos
surgawi yang diwartakan para raja. Revolusi teknologi itulah yang akhirnya
menjadi titik tolak terjadinya perubahan-perubahan di masyarakat. Fakta yang
lebih jelas sebagai konsekuensi munculnya revolusi teknologi ini melahirkan apa
yang dinamakan dengan Engels Revolusi Industri, yaitu terjadinya perubahan
mendasar dari sistem pertanian ke sistem perindustrian. Ketika revolusi
industri terjadi, selanjutnya diikuti dengan lahirnya revolusi sosial, salah
satunya adalah Revolusi Perancis. Penindasan terhadap kaum buruh oleh kaum
Borjuis inilah yang mampu mendorong para pemikir untuk berupaya melahirkan
sistem baru yang mampu mengangkat keterpurukan kaum proletarian dari penindasan
kaum kapital. Salah satu tokoh yang peduli dengan nasib kaum buruh pada waktu
itu adalah Karl Marx yang menawarkan konsep sistem ekonomi sosialis.
Sistem masyarakat yang ada pada masa Karl Marx,
sebenarnya merupakan akibat dari kondisi ekonomi, dimana perubahan-perubahan
yang dialami sistem tersebut semata-mata bisa dikembalikan kepada satu sebab,
yaitu perjuangan kelas (class struggle) dalam rangka memperbaiki kondisi
kelas tersebut secara materi. Sejarah telah menceritakan kepada kita, bahwa
perjuangan ini ketika itu selalu berakhir dengan satu bentuk, yaitu menangnya
kelas yang lebih dominan jumlahnya dan lebih jelek kondisinya atas kelas
orang-orang kaya dan kelas yang jumlahnya lebih sedikit. Inilah yang kemudian disebut
dengan hukum Dialektika Sosial. Dimana, hukum ini masih bisa berlaku untuk
masa-masa mendatang, sebagaimana hukum ini sebelumnya pernah terjadi.
Ekonomi sosialis memiliki beberapa prinsip dasar.
Diantaranya adalah otoritas suatu negara untuk menguasai semua aset masyarakat.
Di sini regulasi seputar ekonomi serta kepemilikan harta dilakukan oleh
pemerintah. Prinsip lain adalah keseteraan ekonomi. Maksudnya, masyarakat tidak
bekerja untuk pribadi, mereka hanyalah pegawai pemerintah yang gajinya berasal
dari keringat mereka sendiri. Prinsip lainnya adalah tentang disiplin politik.
Di negara yang menganut sistem ekonomi sosialis, parlemen sebagai lembaga yang
berhak membuat konstitusi dan regulasi dikuasai oleh kaum proletarian atau kaum
buruh. Mereka ditempatkan oleh partai-partai guna membuat regulasi yang
cenderung berpihak pada kaum buruh sebagai representasi kaum sosialis.
B.
Pemikiran
Sistem Ekonomi Sosialis
Pemikiran-pemikiran ekonomi
beraliran sosialis secara garis besar dapat dilihat atas tiga kelompok:
·
Dari
kelompok pemikir sebelum Marx
·
Pandangan
Marx dan Engels
·
Kelompok
pemikir sosialis sesudah Marx
1. Dari kelompok pemikir sebelum Marx
Aliran
sosialisme sebelum Marx lebih bersifat utopis dan kelompok pemikir yang mencoba
merealisasikan gagasan-gagasan mereka dengan membentuk komunitas-komunitas
bersama.
Tokoh
sosialis-utopis yang paling terkenal adalah Sir Thomas More (1478-1535). Bahkan
,istilah ‘sosialis-utopis’ diberikan karena More pernah menulis tentang sebuah
‘negara impian’ dalam sebuah tulisannya yang sangat terkenal: ‘utopia’. Buku
Utopia ditulis pertama kali dalam bahasa latin di Belgia tahun 1516 , dan
diterjemahkan ke dalam bahasa inggris tahun 1551. Dalam buku tersebut More
menjelaskan bahwa di sebuah pulau khayal bernama utopia yang dapat juga
ditafsirkan sebagai sebuah negara , semua milik merupakan milik bersama. Semua
orang tinggal dalam satu tempat bersama,makanan serta kebutuhan lainnya
disediakan secara bersama-sama pula.
Tulisan-tulisan
lain yang senada dengan Utopia-More cukup banyak, antara lain dapat dilihat
dari karangan Thomasso Champanella (1568-1639) , Freanciss Bacon(1560-1626) dan
James Hurrington.
Tulisan-tulisan para pemikir sosialis utopia diatas bersifat
utopis , hanya mengkhayalkan bentuk suatu komunitas ideal. Di lain pihak ada
tokoh-tokoh sosialis yang merealisasi cita-cita mereka dalam kanyataan. Di
antaranya Robert Owen 91771-1858), Charles Fourier (1772-1837) dan Louis
Blanc(1811-1882) dengan mendirikan komunitas-komunitas namun kebanyakan segera
layu sebelum berkembang. Barulah di tangan Karl Marx, ide sosialisme mendapat
‘landasan ilmiah’, paling kurang menurut anggapan Marx sendiri.
2. Pandangan Marx dan Engels
Diantara
sekian banyak pakar sosialis , pandangan Karl Heindrich Marx (1818-1883)
dianggap paling berpengaruh dari segi teoritis, banyak pakar dan pemikir
ekonomi yang mengakui bahwa argumentasi Marx sangat dalam dan luas.
Teori-teorinya tidak hanya didasarkan pada pandangan ekonomi saja, tapi juga
melibatkan moral, etika, social , politik, sejarah, dan falsafah dan
sebagainya.
Karl
marx sangat benci dengan sistem perekonomian liberal yang digagas oleh Adam
smith dan kawan-kawan. Argumen argumen yang disusun Marx dapat dilihat dari
berbagai segi,baik dari sisi moral, sosiologi maupun ekonomi.
Salah
satu buku yang ditulis Marx dan Engels yang sangat berpengaruh adalah Manifesto
Komunis yang terbit tahun 1848 dan Das Kapital. Dalam buku Manifesto Komunis
dapat diikuti bagaimana teori Marx tentang pertentangan kelas. Menurut Marx ,
sejarah segala masyarakat yang ada hingga sekarang pada hakikatnya adalah
sejarah pertentangan kelas. ada masyarakat kelas kaya dan ada masyarakat kelas
tak berpunya. Semua kelas-kelas masyarakat ini dianggap Marx timbul sebagai
hasil dari kehidupan ekonomi masyarakat.
Marx
juga mengemukakan tentang teori ‘Surplus Value’ dan penindasan buruh. Upah
alami yang diterima oleh para buruh hanya cukup sekadar penyambung hidup secara
subsisten , yaitu untuk memenuhi kebutuhan yang sangat pokok-pokok saja.
Padahal , nilai dari hasil kerja para buruh jauh lebih besar dari jumlah yang
diterima mereka sebagai nilai upah alami. Kelebihan nilai produktivitas kerja
buruh atas upah alami yang disebut Marx sebagai nilai lebih (surplus value),
dinikmati oleh para pemilik modal.
3. Kelompok pemikir sosialis sesudah
Marx
Pengaruh
dari ajaran Marx dan Engels tersebut sangat luar biasa. Pada kuarter pertama
abad ke-20 pemikiran-pemikiran Marx dan Engels dimodifikasi oleh Lenin. Dengan
teori di atas Lenin mempunyai cukup alas an untuk melakukan revolusi di Rusia,
yang dikenal dengan revolusi Bolshevik tahun 1917. Sementara itu , kaum
Revisionis yang dipimpin oleh Bernstein dan Kautsky juga ingin melakukan
perubahan-perubahan social. Akan tetapi bukan melalui revolusi kekerasan
seperti yang dilaksanakan Lenin, melainkan secara damai.
Hingga
pertengahan tahun 60-an muncul Aliran Kiri Baru (the New Left) secara sederhana
, aliran kiri baru dapat diartikan sebagai kombinasi dari Marxisme-Leninisme
Ortodoks dengan pemikiran-pemikiran radikal baru.
Sistem
Ekonomi sosialis yaitu sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya
direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi oleh pemerintah secara terpusat. Sistem
ekonomi sosialis tidak sama dengan sistem ekonomi komunis, sosialisme merupakan
tahap persiapan ke komunisme.
·
Faktor-faktor
yang mendorong lahirnya sosialisme :
1. Karena adanya revolusi industry
2. Karena bangkitnya kaum borjuis
(majikan) dan kaum proletar (buruh)
3. Munculnya pemikiran-pemikiran baru
yang lebih terpelajar dan lebih rasional terhadap kehidupan manusia dan masyaraka
4. Adanya tuntutan-tuntutan berlakunya
demokrasi dari hasil Revolusi Perancis
Karl Max merupakan tokoh pengkritik
kapitalisme di eropa dan penggugah perlawanan kaum buruh terhadap kapitalisme,
juga penulis wacana yang menjadi dasar pembentukan sistem ekonomi social
C.
Kelebihan, Kekurangan dan Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Sosialis
Kelebihan :
·
Disediakannya
kebutuhan pokok. Setiap warga negara disediakan kebutuhan pokoknya, termasuk
makanan dan minuman, pakaian, rumah, kemudahan fasilitas kesehatan, serta
tempat dan lain-lain. Setiap individu mendapatkan pekerjaan dan orang yang
lemah serta orang yang cacat fisik dan mental berada dalam pengawasan Negara.
·
Didasarkan
oleh perencanaan Negara. Semua pekerjaan dilaksanakan berdasarkan perencanaan
Negara Yang sempurna, diantara produksi dengan penggunaannya. Dengan demikian
masalah kelebihan dan kekurangan dalam produksi seperti yang berlaku dalam
System Ekonomi Kapitalis tidak akan terjadi.
·
Produksi
dikelola oleh Negara. Semua bentuk produksi dimiliki dan dikelola oleh Negara,
sedangkan keuntungan yang diperoleh akan digunakan untuk
kepentingan-kepentingan Negara.
·
Pemerintah
lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
·
Pasar
barang dalam negeri berjalan lancer
·
Pemerintah
dapat turut campur dalam hal pembentukan harga
·
Relatif
mudah melakukan distribusi pendapatan
·
Jarang
terjadi krisis ekonomi
Kekurangan :
·
Sulit
melakukan transaksi. Tawar-menawar sangat sukar dilakukan oleh individu yang
terpaksa mengorbankan kebebasan pribadinya dan hak terhadap harta milik pribadi
hanya untuk mendapatkan makanan sebanyak dua kali. Jual beli sangat terbatas,
demikian pula masalah harga juga ditentukan oelh pemerintah, oelh karena itu
stabilitas perekonomian Negara sosialis lebih disebabkan tingkat harga
ditentukan oleh Negara, bukan ditentukan oelh mekanisme pasar.
·
Membatasi
kebebasan. Sistem tersebut menolak sepenuhnya sifat mementingkan diri sendiri,
kewibawaan individu yang menghambatnyadalam memperoleh kebebasan berfikir serta
bertindak, ini menunjukkan secara tidak langsung system ini terikat kepada
system ekonomi dictator. Buruh dijadikan budak masyarakat yang memaksanya
bekerja seperti mesin.
·
Mengabaikan
pendidikan moral. Dalam system ini semua kegiatan diambil alih untuk mencapai
tujuan ekonomi, sementara pendidika moral individu diabaikan. Dengan demikian,
apabila pencapaian kepuasan kebendaan menjadi tujuan utama dan nlai-nilai moral
tidak diperhatikan lagi.
Ciri-ciri
sitem ekonomi sosialis
1. Lebih mengutamakan kebersamaan
(kolektivisme).
·
Masyarakat
dianggap sebagai satu-satunya kenyataan social, sedangkan individu-individu
fiksi belaka.
·
Tidak
ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis.
2. Peran pemerintah sangat kuat
·
Pemerintah
bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan.
·
Alat-alat
produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara.
3. Sifat manusia ditentukan oleh pola
produksi
·
Pola
produksi (aset dikuasai masyarakat) melahirkan kesadaran kolektivisme
(masyarakat sosialis)
·
Pola
produksi (aset dikuasai individu) melahirkan kesadaran individualisme
(masyarakat kapitalis).
D.
Prinsip Dasar Sistem Ekonomi
Sosialis
Dalam setiap system yang ada baik itu sosial maupun politik
memiliki sebuah prinsip
yang dipegang sebagai suatu acuan
untuk tetap menjaga eksistensi dari sebuah system tersebut. Begitupun system
ekonomi sosialis yang memiliki beberapa prinsip diantaranya sebagai berikut :
1. Dalam sistem ekonomi sosialisme
mempunyai beberapa prinsip dasar sebasagai berikut: Pemilikan Harta oleh Negara
Seluruh bentuk produksi dan sumber pendapatan menjadi milik masyarakat secara
keseluruhan. Hak individu untuk memiliki harta atau memanfaatkan produksi tidak
diperbolehkan.
2. Kesamaan Ekonomi Sistem ekonomi
sosialis menyatakan, (walaupun sulit ditemui disemua Negara komunis) bahwa
hak-hak individu dalam suatu bidang ekonomi ditentukan oleh prinsip kesamaan.
Setiap individu disediakan kebutuhan hidup menurut keperluan masing-masing.
3. Disiplin Politik Untuk mencapai
tujuan diatas, keseluruhan Negara diletakkan dibawah peraturan kaum buruh, yang
mengambil alih semua aturan produksi dan distribusi. Kebebasan ekonomi serta
hak kepemilikan harta dihapus. Aturan yang diperlakukan sangat ketat untuk
lebih menggefektifkan praktek sosialisme. Hal ini yang menunjukkan tanpa adanya
upaya yang lebih ketat mengatur kehidupan rakyat, maka keberlangsungan system
sosialis ini tidak akan berlaku ideal sebagaimana dicita-citakan oleh Marx,
Lenin dan Stalin.
Marx membedakan fase sosialisme
dengan komunisme penuh atau lengkap. Dalam fase sosialisme, produktivitas masih
rendah dan kebutuhan materi belum terpenuhi secara cukup. Sementara itu dalam
fase komunisme penuh produktivitas sudah tinggi, sehingga semua kebutuhan
materi sudah diproduksi secara cukup. Dengan begitu, perekonomian dapat
memenuhi kebtuhan semua anggota masyarakat secara berkelimpahan.
Tentang hakikat manusia sebagai
produsen dalam fase sosialisme manusia belum cukup menyesuaikan diri sehingga
menjadikan kerja sebagai hakikat dan masih mementingkan insentif materi untuk
bekerja. Pada tahap komunisme, kerja sudah menjadi hakikat. Semua pekerjaan
dikerjakan dengan sukarela, kegembiraan dan efesien tanpa mengharapkan insentif
langsung seperti upah yang merupakan produk sampingan dari kerja.
Sosialisme
merupakan tahap persiapan ke komunisme. Komunisme merupakan tahap akhir
perkembangan masyarakat (The Six Major Historical Stages): primitive communism
slaery feudalism, capitalism, sosialism dan full communism.
Negara yang menganut sistem ekonomi sosialis
Negara yang menganut sistem ekonomi sosialis
1. Korea Utara
2. Kuba
3. Vietnam
4. RRC (sudah mulai mengendur)
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1.
Sistem
Ekonomi sosialis yaitu sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya
direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi oleh pemerintah secara terpusat.
Faktor-faktor yang mendorong lahirnya sosialisme.
Faktor-faktor yang mendorong lahirnya sosialisme.
2. Pemikiran-pemikiran ekonomi
beraliran sosialis secara garis besar dapat dipilih atas tiga kelompok:
·
Dari
kelompok pemikir sebelum Marx
·
Pandangan
Marx dan Engels
·
Kelompok
pemikir sosialis sesudah Marx
3. Ciri – ciri sistem ekonomi
sosialis :
·
Sifat
manusia ditentukan oleh pola produksi
·
Peran
pemerintah sangat kuat
·
Lebih
mengutamakan kebersamaan ( kolektivisme )
Kelebihan dan kebaikan sistem
ekonomi sosialis :
·
Disediakannya
kebutuhan pokok
·
Didasarkan
oleh perencanaan Negara
·
Produksi
dikelola oleh Negara
Kelemahan sistem ekonomi sosialis
·
Mengabaikan
pendidikan moral
·
Membatasi
kebebasan
·
Sulit
melakukan transaksi
4. Dalam sistem ekonomi sosialisme
mempunyai beberapa prinsip dasar sebasagai berikut: Pemilikan Harta oleh Negara
Seluruh bentuk produksi dan sumber pendapatan menjadi milik masyarakat secara
keseluruhan. Hak individu untuk memiliki harta atau memanfaatkan produksi tidak
diperbolehkan.
Kesamaan Ekonomi Sistem ekonomi sosialis menyatakan,
(walaupun sulit ditemui disemua Negara komunis) bahwa hak-hak individu dalam
suatu bidang ekonomi ditentukan oleh prinsip kesamaan. Setiap individu
disediakan kebutuhan hidup menurut keperluan masing-masing.
Disiplin Politik Untuk mencapai tujuan diatas, keseluruhan
Negara diletakkan dibawah peraturan kaum buruh, yang mengambil alih semua
aturan produksi dan distribusi. Kebebasan ekonomi serta hak kepemilikan harta
dihapus. Aturan yang diperlakukan sangat ketat untuk lebih menggefektifkan
praktek sosialisme. Hal ini yang menunjukkan tanpa adanya upaya yang lebih
ketat mengatur kehidupan rakyat, maka keberlangsungan system sosialis ini tidak
akan berlaku ideal sebagaimana dicita-citakan oleh Marx, Lenin dan Stalin.
DAFTAR PUSTAKA
Marxis. 2014. Manifesto Partai
Komunis Karl Marx & Friedrich Engel.Makassar: Titik Api
Caporaso,A.James.2008.Teori
Teori Ekonomi Politik.Yogyakarta:Pustaka Pelajar.
Deliarnov.2005.Perkembangan
Pemikiran Ekonomi.Jakarta:Grafindo
Grosmann, Gregory. 2001. Sistem-Sistem
Ekonomi. Jakarta: Bumi Aksara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar