Jumat, 18 Desember 2015

Artikel Mahasiswa = Gerakan



Mahasiswa = Gerakan

Mahasiswa adalah himpuanan para pemuda generasi perjuangan bangsa, kalangan akademik yang berani turun ke jalan untuk menyuarakan sebuah aspirasi walaupun ratusan aparat kemanan yang dihadapinya. Namun, itu semua tidak menciutkan nyali mereka karena itu dilakukan untuk membela kepentingan rakyat kecil, bukan semata-mata kepentingan mereka atau kepentingan golongan politik tertentu. Itu dilakukan karena mahasiswa adalah bagian dari rakyat tetapi rakyat belum tentu bagian dari mahasiswa.
Pasca pengumuman kenaikan harga BBM yang diputuskan oleh Pemerintahan Jokowi Dodo dan Jusuf Kalla menuai gelombang protes yang bergulir disejumah daerah di Indonesia. Rakyat merasa tertipu oleh Jokowi yang ketika debat capres putaran kedua, minggu 15 Juni 2014 membeberkan visinya dibidang ekonomi yang dimana; Kemandirian ekonomi yang mensejahterakan rakyat. Ada beberapa sector strategis yang menjadi titik perhatian pasangan Jokowi-Jk yaitu : kedaulatan pangan yang mensejahterakan, kedaulatan energy berbasis kepentingan nasional, restorasi ekonomi maritime Indonesia, penguatan teknologi inovasi. Yang menjadi permasalah adalah ketika harga BBM dinaikkan secara otomatis akan berimplikasi kepada rakyat yang membuat sebuah program kerja akan terhabat dan ini akan menimbulkan sebuah masalah baru. Setidaknya ada 5 (lima) dampak dari kenaikan BBM yaitu:
1.       Kenaikan BBM sudah pasti akan di ikuti melambungnya harga bahan kebutuhan pokok, akibatnya daya beli masyarakat berkurang, awalnya rakyat miskin hanya mampu makan sehari satu kali kini mereka jadi makan satu kali untuk tiga hari sebab mereka sudah tidak mampu lagi membeli bahan kebutuhan pokok yang harganya semakin mahal.
2.       Kenaikan BBM akan berdampak pada naiknya tarif angkutan umum, Rakyat yang tadinya biasa naik angkutan umum, sekarang harus jalan kaki atau memakai sepeda seperti zaman dulu.
3.       Kenaikan BBM membuat rakyat miskin menjadi panik dan nekat, terdorong untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mereka akhirnya berani melakukan pencurian dan perampokan.
4.       Kenaikan harga BBM membuat ibu-ibu rumah tangga menjadi stress, beban hidup semakin berat. Sehingga membuat mereka frustasi tidak sanggup menanggung derita hidup yang berkepanjangan, akhirnya banyak yang kurang kadar keimanannya dan nekad melakukan bunuh diri, terkadang bunuh diri ini juga mengikutsertakan anak-anaknya agar terlepas juga dari penderitaan hidup didunia.
5.       Kenaikan harga BBM ini juga berdampak naiknya harga obat generik yang selama ini menjadi andalan masyarakat tidak mampu, karena harga obat tidak terjangkau, kondisi penyakit pun sangat sulit untuk diharapkan bisa sembuh. Karena sakit tidak diobati, maka lama-lama mereka juga akan meninggal.
Banyak alasan palsu yang dibuat pemerintah untuk membenarkan tindakannya menaikkan harga BBM tersebut dan hampir semua alasannya adalah alasan lama yang diulang-ulang oleh pemerintah sebelumnya, subsidi membebani APBN lah, subsidi BBM salah sasaran lah dan banyak alasan-alasan yang tidak logis lainnya. Ini juga yang menjadikan hal tersebut menjadi tindakan munkar karena sumber daya alam (SDA) dan migas yang sebenarnya milik umum tidak boleh diliberalisasi dan diserahkan penguasaannya kepada swasta apalagi pihak asing.
Jangan heran ketika mahasiswa melakukan aksi demonstrasi yang keluar dari koridor berpendapat dimuka umum dan norma-norma yang berlaku karena tindakan menaikkan harga BBM mengandung unsur kebohongan, penghianatan dan kezaliman terhadap rakyat sehingga mahasiswa berani turun kejalan untuk mengkritisi apa yang memang harus dikritisi. Orang yang bijak memandang akan suatu realita tidak serta merta menyalahkan mahasiswa sepenuhnya dalam aksi yang dilakukannya, lihat apa yang menjadi sebab dan akibatnya. Memang didalam UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka umum dijelaskan pada pasal 15 dimana pelaksanaan penyampaian  dibubarkan apabila tidak memenuhi ketentuan dimkasud pasal 6, pasal 9 ayat 2 & ayat 3, pasal 10, dan pasal 11. Namun terkadang aksi yang dilakukan mahasiswa terjadi sebuah rekayasa konflik yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu guna membubarkan aksi mahasiswa dan terkadang mahasiswa dicarikan sebuah kesalahan sehingga aksi yang dilakukan dapat dibubarkan.
Mengenai harga BBM yang dinaikkan oleh Jokowi menjadi tanda Tanya yang sangat besar dimasyarakat. Mengapa? Padahal saat ini harga minyak dunia mengalami penurunan. Apakah ini ada relasi atau adanya kepentingan elit politik? Perpolitikan yang rapuh di Indonesia menyebabkan mereka sulit untuk membangun komitmen memperjuangkan kepentingan bangsa secara bersama, inilah yang membuat Indonesia tidak bisa maju karena didalamnya banyak koalisi-koalisi yang tercipta sehingga mereka selalu memprioritaskan kepentingan kelompoknya dibanding kepentingan rakyat dan seakan-akan rakyat hanya dijadikan sebuah symbol dan sebuah formalitas disidang-sidang paripurna yang membahas tentang rakyat. Jadi, untuk mengawasi jalannya roda pemerintahan memang dibutuhkan pengawasan dari luar (Gerakan Mahasiswa) sehingga apa yang menjadi hak rakyat dapat terpenuhi. Satukan niat, satukan suara, dan satukan gerakan agar Indonesia berada pada poros kebenaran dan menjadi kiblat perpolitikan yang berwatakkan hanif, cinta dan konsisten pada kebenaran bukan untuk melakukan pembenaran. Jangan diam, jangan tutup mata dan jangan tutup telinga, lihatlah realita!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar