Mahasiswa
= Gerakan
Mahasiswa adalah himpuanan para
pemuda generasi perjuangan bangsa, kalangan akademik yang berani turun ke jalan
untuk menyuarakan sebuah aspirasi walaupun ratusan aparat kemanan yang
dihadapinya. Namun, itu semua tidak menciutkan nyali mereka karena itu
dilakukan untuk membela kepentingan rakyat kecil, bukan semata-mata kepentingan
mereka atau kepentingan golongan politik tertentu. Itu dilakukan karena
mahasiswa adalah bagian dari rakyat tetapi rakyat belum tentu bagian dari
mahasiswa.
Pasca pengumuman kenaikan harga
BBM yang diputuskan oleh Pemerintahan Jokowi Dodo dan Jusuf Kalla menuai gelombang
protes yang bergulir disejumah daerah di Indonesia. Rakyat merasa tertipu oleh
Jokowi yang ketika debat capres putaran kedua, minggu 15 Juni 2014 membeberkan
visinya dibidang ekonomi yang dimana; Kemandirian
ekonomi yang mensejahterakan rakyat. Ada beberapa sector strategis yang
menjadi titik perhatian pasangan Jokowi-Jk yaitu : kedaulatan pangan yang mensejahterakan, kedaulatan energy berbasis
kepentingan nasional, restorasi ekonomi maritime Indonesia, penguatan teknologi
inovasi. Yang menjadi permasalah adalah ketika harga BBM dinaikkan secara
otomatis akan berimplikasi kepada rakyat yang membuat sebuah program kerja akan
terhabat dan ini akan menimbulkan sebuah masalah baru. Setidaknya ada 5 (lima)
dampak dari kenaikan BBM yaitu:
1. Kenaikan BBM sudah pasti akan di ikuti
melambungnya harga bahan kebutuhan pokok, akibatnya daya beli masyarakat
berkurang, awalnya rakyat miskin hanya mampu makan sehari satu kali kini mereka
jadi makan satu kali untuk tiga hari sebab mereka sudah tidak mampu lagi
membeli bahan kebutuhan pokok yang harganya semakin mahal.
2. Kenaikan BBM akan berdampak
pada naiknya tarif angkutan umum, Rakyat yang tadinya biasa naik angkutan umum,
sekarang harus jalan kaki atau memakai sepeda seperti zaman dulu.
3. Kenaikan BBM membuat rakyat
miskin menjadi panik dan nekat, terdorong untuk memenuhi kebutuhan hidup
sehari-hari, mereka akhirnya berani melakukan pencurian dan perampokan.
4. Kenaikan harga BBM membuat
ibu-ibu rumah tangga menjadi stress, beban hidup semakin berat. Sehingga
membuat mereka frustasi tidak sanggup menanggung derita hidup yang
berkepanjangan, akhirnya banyak yang kurang kadar keimanannya dan nekad
melakukan bunuh diri, terkadang bunuh diri ini juga mengikutsertakan
anak-anaknya agar terlepas juga dari penderitaan hidup didunia.
5. Kenaikan harga BBM ini juga
berdampak naiknya harga obat generik yang selama ini menjadi andalan masyarakat
tidak mampu, karena harga obat tidak terjangkau, kondisi penyakit pun sangat
sulit untuk diharapkan bisa sembuh. Karena sakit tidak diobati, maka lama-lama
mereka juga akan meninggal.
Banyak alasan palsu yang dibuat
pemerintah untuk membenarkan tindakannya menaikkan harga BBM tersebut dan
hampir semua alasannya adalah alasan lama yang diulang-ulang oleh pemerintah
sebelumnya, subsidi membebani APBN lah, subsidi BBM salah sasaran lah dan
banyak alasan-alasan yang tidak logis lainnya. Ini juga yang menjadikan hal
tersebut menjadi tindakan munkar karena sumber daya alam (SDA) dan migas yang
sebenarnya milik umum tidak boleh diliberalisasi dan diserahkan penguasaannya
kepada swasta apalagi pihak asing.
Jangan heran ketika
mahasiswa melakukan aksi demonstrasi yang keluar dari koridor berpendapat
dimuka umum dan norma-norma yang berlaku karena tindakan menaikkan harga BBM
mengandung unsur kebohongan, penghianatan dan kezaliman terhadap rakyat
sehingga mahasiswa berani turun kejalan untuk mengkritisi apa yang memang harus
dikritisi. Orang yang bijak memandang akan suatu realita tidak serta merta
menyalahkan mahasiswa sepenuhnya dalam aksi yang dilakukannya, lihat apa yang
menjadi sebab dan akibatnya. Memang didalam UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang
kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka umum dijelaskan pada pasal 15 dimana
pelaksanaan penyampaian dibubarkan
apabila tidak memenuhi ketentuan dimkasud pasal 6, pasal 9 ayat 2 & ayat 3,
pasal 10, dan pasal 11. Namun terkadang aksi yang dilakukan mahasiswa terjadi
sebuah rekayasa konflik yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu guna
membubarkan aksi mahasiswa dan terkadang mahasiswa dicarikan sebuah kesalahan
sehingga aksi yang dilakukan dapat dibubarkan.
Mengenai harga BBM yang
dinaikkan oleh Jokowi menjadi tanda Tanya yang sangat besar dimasyarakat. Mengapa?
Padahal saat ini harga minyak dunia mengalami penurunan. Apakah ini ada relasi
atau adanya kepentingan elit politik? Perpolitikan yang rapuh di Indonesia
menyebabkan mereka sulit untuk membangun komitmen memperjuangkan kepentingan
bangsa secara bersama, inilah yang membuat Indonesia tidak bisa maju karena
didalamnya banyak koalisi-koalisi yang tercipta sehingga mereka selalu
memprioritaskan kepentingan kelompoknya dibanding kepentingan rakyat dan
seakan-akan rakyat hanya dijadikan sebuah symbol dan sebuah formalitas
disidang-sidang paripurna yang membahas tentang rakyat. Jadi, untuk mengawasi
jalannya roda pemerintahan memang dibutuhkan pengawasan dari luar (Gerakan
Mahasiswa) sehingga apa yang menjadi hak rakyat dapat terpenuhi. Satukan niat,
satukan suara, dan satukan gerakan agar Indonesia berada pada poros kebenaran
dan menjadi kiblat perpolitikan yang berwatakkan hanif, cinta dan konsisten
pada kebenaran bukan untuk melakukan pembenaran. Jangan diam, jangan tutup mata
dan jangan tutup telinga, lihatlah realita!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar